<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Learn from Life, Teach for Life</title>
	<atom:link href="http://restuonline.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://restuonline.com</link>
	<description>A journey of a thousand miles starts with a single step</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2010 20:16:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>togetherness&#8230;:)</title>
		<link>http://restuonline.com/togetherness/</link>
		<comments>http://restuonline.com/togetherness/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 20:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[

Indahnya Kebersamaan di Bulan Ramadhan
*Oleh Aziza Restu Febrianto

Bulan Ramadhan memang banyak memberi pelajaran bagi semua orang yang melaksanakannya. Bulan ramadhan juga banyak memberikan kesempatan kita untuk lebih beramal dan beribadah.  Dan semoga ibadah puasa serta amal ibadah lain yang kita lakukan selama 20 hari di bulan Ramadhan ini diterima oleh Alloh SWT. Amin
Salah satu kesempatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img class="aligncenter size-medium wp-image-345" title="IMG0417A" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/08/IMG0417A-300x240.jpg" alt="IMG0417A" width="300" height="240" /></p>
<p align="center"><img class="aligncenter size-medium wp-image-346" title="IMG0414A" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/08/IMG0414A-300x240.jpg" alt="IMG0414A" width="300" height="240" /></p>
<p align="center"><strong>Indahnya Kebersamaan di Bulan Ramadhan</strong></p>
<p align="center">*Oleh Aziza Restu Febrianto</p>
<p align="center">
<p>Bulan Ramadhan memang banyak memberi pelajaran bagi semua orang yang melaksanakannya. Bulan ramadhan juga banyak memberikan kesempatan kita untuk lebih beramal dan beribadah.  Dan semoga ibadah puasa serta amal ibadah lain yang kita lakukan selama 20 hari di bulan Ramadhan ini diterima oleh Alloh SWT. Amin</p>
<p>Salah satu kesempatan baik yang diberikan Alloh kepadaku saat bulan Ramadhan ini adalah ketika aku bisa hadir dalam acara FSKI (Forum Silaturahim Kerohanian Islam) se – kota Salatiga di SMA Muhammadiyah Salatiga. Dalam acara itu aku bertemu dengan para siswa siswi SMA dan SMK yang bergabung dalam SKI dari beberapa SMA dan SMK di Salatiga. Acara berlangsung selama 1 malam diawali dengan buka bersama. Pada malam harinya, semua peserta melaksanakan sholat tarawih berjamaah. Setelah itu dilanjutkan dengan membaca Al – qur’an sejenak. Sesi selanjutnya adalah menonton film bareng. Film yang diputar adalah “Sang Pemimpi,” sebuah film inspirasi dari salah satu karya fenomenal seorang novelist berbakat Andrea Hirata.</p>
<p>Selain menghadiri acara tersebut, aku juga diminta untuk menjadi pengisi acara. Panitia memintaku untuk menyampaikan ulasan cerita dalam film di pagi harinya setelah sholat shubuh. Alhamdulillah, sebelumnya aku sudah menonton film itu di bioskop beberapa bulan yang lalu. Sehingga tidak perlu banyak persiapan.</p>
<p>Setelah sesi menonton film, kita semua tidur bersama dalam satu ruangan. Kita semua pun tidur lelap dan bangun sekitar jam 03.00 pagi untuk melaksanakan sholat malam. Cukup 4 rakaat saja kita sholat, kemudian dilanjutkan dengan acara sahur bersama…..hmm mantebs.. Walaupun lauknya hanya telur dan tempe, tapi nuansa sahur itu nikmat sekali coz kita melakukannya secara bersama. Aku merasa bahagia dan bersyukur banget waktu itu karena bisa makan sahur bareng dengan mereka.</p>
<p>Selesai sahur, kitapun sholat shubuh berjamaah. Panitia memintaku untuk menjadi imam karena setelah sholat, aku harus mengisi materi selanjutnya yaitu penyampaian ulasan film “Sang Pemimpi.” Sebenarnya aku merasa belum pantas untuk menyampaikan ulasan ini. Sampai saat ini aku merasa belum bisa meraih impian – impianku. Bagaimana mungkin aku memberi nasihat jika aku belum bisa memberikan tauladan. Aku hanya berharap bahwa dengan menyampaikan materi ini, aku dapat lebih termotivasi untuk tetap menjaga komitmenku pada semua impianku. Dan akhirnya, Alhamdulillah… semua peserta cukup antusias dengan penjelasanku.</p>
<p>Aku katakan pada mereka bahwa,</p>
<p align="center">Kita semua jangan takut bermimpi</p>
<p align="center">tapi jangan terus bermimpi</p>
<p align="center">bangun…bangun untuk membuatnya nyata</p>
<p align="center">setiap kali kita tidur, pasti kita bangun</p>
<p align="center">setiap kali ada malam pasti ada pagi</p>
<p align="center">Meraih impian itu membutuhkan proses…</p>
<p align="center">proses yang panjang, berat, dan penuh rintangan</p>
<p align="center">tapi hasilnya pasti memuaskan</p>
<p align="center">Coba kita perhatikan Bensin</p>
<p align="center">seperti halnya Pertamax yang membutuhkan pembakaran berlipat</p>
<p align="center">tapi hasilnya lebih bagus dan mahal daripada Premium</p>
<p align="center">
<p align="center">kalau Array dan Ikal bisa, kenapa kita tidak??</p>
<p>Melihat cara mereka memperhatikan dan menikmati penjelasanku, aku merasa sangat terharu sekali. Aku berharap dan berdo’a, semoga mereka dapat meraih impian dan cita – cita mereka. Suatu hari mereka dapat menjadi orang yang berkualitas dan berguna bagi semua. Selain berprestasi mereka juga mampu berkontribusi pada bangsa dan Negara…&#8230;Amin.</p>
<p>Alhamdulillah, dengan mengisi acara tadi, aku bisa semakin semangat untuk menginstal ulang komitmen untuk meraih cita – citaku lagi…. BRAVOOO!!</p>
<p align="center">Salam Perjuangan</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="right">Salatiga, 29 Agustus 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/togetherness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>English is My Life Style&#8230;. :)</title>
		<link>http://restuonline.com/english-is-my-life-style/</link>
		<comments>http://restuonline.com/english-is-my-life-style/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 15:08:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[English Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[
English as a Life Style
By Aziza Restu Febrianto

Learning English is not as simple as what most people think about.  Just open the book, then read all the entire material contents. Or just take an English Course and we are guided to learn it systematically. We could also probably hire an English teacher to personally guide [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-337" title="taken from http://aditama.netfirms.com" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/08/images.jpg" alt="taken from http://aditama.netfirms.com" width="267" height="189" /></p>
<p align="center"><strong>English as a Life Style</strong></p>
<p align="center">By Aziza Restu Febrianto</p>
<p align="center">
<p>Learning English is not as simple as what most people think about.  Just open the book, then read all the entire material contents. Or just take an English Course and we are guided to learn it systematically. We could also probably hire an English teacher to personally guide us and advice us of what to do in the learning process intensively.</p>
<p>Do you think they all work? Hmmm…. Yes, they do….</p>
<p>However, ensuring whether they are running effectively or not still depends on <strong><span style="text-decoration: underline;">some reasons</span></strong>…</p>
<p align="center"><em>Self motivation, independent practices, and intention…</em></p>
<p>Not to mention, English is actually a skill. But it is not a talent. English can be mastered through long constant practices. And practicing English constantly indeed needs our self motivation and desire. High motivation and desire influence the way how we learn English…</p>
<ul>
<li>We can learn English by listening to some English songs</li>
<li>Speaking English while doing some activities…</li>
<li>Reading English magazines and newspapers or something while drinking coffee in the morning…</li>
<li>Writing letters to our English native friends and chatting with them in English through internet…</li>
</ul>
<p>There are actually lots of ways of how we practice English….</p>
<p>And it is absolutely effective as long as we practice English with no burden. Just listen, speak, read, and write spontaneously. Do them all by yourself or together with your partners.</p>
<p>Finally, enjoy your learning process and get the satisfactory result in the end…..</p>
<p align="right">Salatiga, August 19, 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/english-is-my-life-style/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LIFE</title>
		<link>http://restuonline.com/life/</link>
		<comments>http://restuonline.com/life/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 07:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[General Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[




LIFE
*by Aziza Restu Febrianto

When you’re still alive, just take the joy…..
Enjoy your LIFE as if there’s nothing else you care about….
Why should you think about every thin’ if no body else cares??….
Just do what you wanna do…. Get your own freedom, happiness, and satisfaction…
Just suppose you’re the ones who rule the world alone….
No rules, regulations, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">
<p align="center"><img class="aligncenter size-medium wp-image-326" title="taken from http://lintasankatahati.blogspot.com" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/08/TDA1-300x211.jpg" alt="taken from http://lintasankatahati.blogspot.com" width="300" height="211" /></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>LIFE</strong></p>
<p style="text-align: center;">*by Aziza Restu Febrianto</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><em>When you’re still alive, just take the joy…..</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Enjoy your LIFE as if there’s nothing else you care about….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Why should you think about every thin’ if no body else cares??….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Just do what you wanna do…. Get your own freedom, happiness, and satisfaction…</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Just suppose you’re the ones who rule the world alone….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>No rules, regulations, and laws in this world….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>LIFE is like a bird flies in the blue sky….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>LIFE is about swimming on the wide ocean….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>And LIFE is when you’re dancing in the moon light at night….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Enjoy your life since it never comes to you again when you’re died….<span id="more-325"></span></em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Beautiful…….very beautiful….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>That’s what some people say about LIFE……</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>No…..</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>No…..</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>LIFE is not that simple for me……</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Well, it’s alright…..LIFE is actually a matter of joy….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>And that’s the way how we realize the gracious gifts from the merciful God…..</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>But it’s not the only thing that He requires us to do……</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Joy should reveal our care to others……</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Joy should have to do with our favor to those who need it…</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Those who live in poverty….. Those who live in suffer….</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Those who don’t live better as we do…..</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Whatever their need…. No matter how big and small…</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Just share what we have…..</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>The gifts from us are very useful for them to LIFE</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Then, LIFE is a joy that everybody gets……</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Everyone has right to feel happiness as we feel in LIFE……</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>That’s the real meaning of LIFE for me…</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>What about you???&#8230;.</em></p>
<p style="text-align: center;">
<p>In this Ramadhan month, those who deserve to share some goods are recommended to do ZAKAT…. Hehe..:) Come on!! Prepare and share some of yours to those who need them… <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p align="right">Salatiga, August 13<sup>th</sup> , 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Welcome Ramadhan Mubarak&#8230;.. :)</title>
		<link>http://restuonline.com/welcome-ramadhan-mubarak/</link>
		<comments>http://restuonline.com/welcome-ramadhan-mubarak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 10:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Islamic Stuff]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[
 Ayo!! Persiapkan Diri Sambut Bulan Ramadhan
(Kisah Nyata Penulis)
*Oleh Aziza Restu Febrianto

Alhamdulillah….. akhirnya bulan Ramadhan telah tiba. Seluruh umat islam di seluruh penjuru dunia pasti menyambutnya dengan penuh kebahagiaan.
Bulan ramadhan merupakan bulan yang spesial. Dikatakan sebagai bulan yang spesial karena pada bulan ini kitab suci Al – qur’an yang menjadi pegangan hidup umat islam diturunkan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img class="aligncenter size-medium wp-image-323" title="MarhabanYaRamadhan2[1]" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/08/MarhabanYaRamadhan21-300x197.jpg" alt="MarhabanYaRamadhan2[1]" width="300" height="197" /></p>
<p align="center"><strong> Ayo!! Persiapkan Diri Sambut Bulan Ramadhan</strong></p>
<p align="center">(Kisah Nyata Penulis)</p>
<p align="center">*Oleh Aziza Restu Febrianto</p>
<p align="center">
<p>Alhamdulillah….. akhirnya bulan Ramadhan telah tiba. Seluruh umat islam di seluruh penjuru dunia pasti menyambutnya dengan penuh kebahagiaan.</p>
<p>Bulan ramadhan merupakan bulan yang spesial. Dikatakan sebagai bulan yang spesial karena pada bulan ini kitab suci Al – qur’an yang menjadi pegangan hidup umat islam diturunkan. Bahkan tidak hanya kitab Al – qur’an saja yang diturunkan pada bulan ini akan tetapi kitab suci lainnya seperti taurat, injil, dan zabbur juga diturunkan. Oleh karena itu Alloh memerintahkan kepada semua orang yang beriman untuk melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan. Selain puasa, kita juga dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah. Melaksanakan amal ibadah di bulan ini (meskipun sedikit), pahalanya bisa berlipat – lipat…. Subhanalloh… Sehingga tentunya diperlukan banyak persiapan sebelum kita memasuki bulan suci ini.<span id="more-322"></span></p>
<ul>
<li><strong>Talk Show Sambut Bulan Ramadhan di kota sejuk Salatiga </strong></li>
</ul>
<p>Ternyata sebelum pulang kampoeng, aku dikasih tugas sama teman mengajiku untuk membantu acara Talk Show persiapan Ramadhan. Acara berlangsung di aula SMP Negeri 2 Salatiga pada hari minggu pagi. Tema talk show waktu itu adalah “Dengan Puasa, Hidup Menjadi Lebih Hidup.” Acara Talk Show tersebut menghadirkan dua pembicara keren yang menyampaikan materi berbeda. Pembicara pertama adalah dr. Saidah, yaitu salah seorang dosen Fakultas Ilmu Kedokteran UNDIP yang tinggal di Salatiga. Beliau menyampaikan materi tentang manfaat puasa dari segi kesehatan. Sedangkan pembicara kedua adalah Bapak Sukarman S.Pd yang saat ini mengajar di MAN Salatiga. Selain itu beliau juga sangat aktif dalam kepengurusan IKADI (Ikatan Da’I Indonesia). Materi yang beliau sampaikan adalah puasa ditinjau dari sisi syariahnya.</p>
<p>Dengan mengikuti penjelasan materi dari awal hingga akhir acara, akhirnya aku bisa mendapatkan ilmu yang cukup untuk persiapanku menyambut bulan Ramadhan…. Alhamdulillah….. emang segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya…hmmm..keep ur spirit brow… J…. Ini nich kesimpulan materinya….</p>
<ul>
<li>Puasa ditinjau dari segi      kesehatan</li>
</ul>
<ol>
<li>Puasa dapat meringankan dan menormalkan kerja jantung dan aliran darah.</li>
<li>Saat kita berpuasa, ternyata semua organ pencernaan yang biasanya bekerja penuh bisa beristirahat.</li>
<li>Saat berpuasa, otomatis kita akan jarang makan (Makan hanya dilakukan saat buka puasa dan sahur). Sehingga racun dan bakteri yang berasal dari sisa – sisa makanan menjadi berkurang.</li>
<li>Selain itu puasa juga dapat meringankan kerja otak. Otak memiliki tugas untuk mengatur seluruh aktifitas dan kinerja tubuh. Karena organ pencernaan mendapatkan kesempatan untuk beristirahat saat  berpuasa, maka kerja otak menjadi ringan. Sehingga hal ini mempengaruhi kinerja otak dan kemampuan berfikir kita</li>
</ol>
<ul>
<li>Puasa ditinjau dari sudut      pandang Syariah</li>
</ul>
<ol>
<li>Kegiatan penyambutan bulan Ramadhan hendaknya dilakukan sesuai dengan syariah atau aturan dalam Islam. Kegiatan yang dianjurkan untuk dijauhi misalnya padusan atau menyelenggarakan upacara adat lain yang bertentangan dengan aturan islam.</li>
<li>Saat berbuka puasa, hendaknya suara adzan maghrib bukan dijadikan sebagai satu – satunya patokan bahwa waktu buka puasa telah tiba. Akan tetapi waktu buka puasa bisa dilihat dari tenggelamnya matahari di ufuk barat. Begitu pula dengan waktu sahur. Batas waktu sahur adalah saat fajar mulai muncul bukan dilihat dari jadwal imsakiyahnya saja…hmmm.. (betul..betul..betul… )</li>
<li>Sudah menjadi kebiasaan umat islam dari dulu hingga sekarang tentang kepastian waktu dan tanggal permulaan puasa dan Idul Fitri yang menuai perbedaan pendapat. Jika perbedaan ini muncul, maka yang perlu kita lakukan sebagai orang awam adalah mengikuti ketetapan yang diputuskan oleh pemerintah. Ketetapan dari pemerintah merupakan keputusan yang diambil dari hasil musyawarah para ulama dengan latar belakang berbeda.</li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Pulkam alias Pulang Kampoeng….cihuyyyy.. <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></li>
</ul>
<p>Sebenarnya kegiatan penyambutan bulan Ramadhan di kampoeng cukup banyak sih…. Kegiatan ini dipelopori oleh para pemuda dan remaja kampoeng yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna bernama REGEL (Remaja Golongan Ekonomi Lemah). Namun karena kesibukan di rumah yang juga menyita waktu, akhirnya hanya beberapa kegiatan saja yang aku ikuti saat itu…. L.</p>
<ul>
<li>Bersih – bersih Desa</li>
</ul>
<p>Alhamdulillah, seminggu sebelum bulan puasa tiba aku ada kesempatan untuk pulang kampoeng. Kebetulan waktu itu ada acara bersih – bersih desa. Salah satunya adalah program pengaspalan jalan. Sehingga aku bisa ikut berpartisipasi disitu…..(meskipun gak banyak yang bisa aku lakukan..hehe)..banyak ngobrolnya… <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<ul>
<li>Pawai taaruf</li>
</ul>
<p>Satu hari sebelum puasa, diadakan pawai taaruf. Pawai ini dilakukan dengan rute dari ujung timur hingga ujung barat desaku Banyubiru. Tapi karena ada urusan keluarga, akhirnya aku juga tidak bisa berpartisipasi langsung di acara itu..huhu.. L. Aku hanya sedikit membantu saat proses perijinan ke kelurahan.</p>
<ul>
<li>Bubar alias Buka Bersama</li>
</ul>
<p>Aku sangat bersyukur sekali karena ternyata selama bulan Ramadhan di masjid kampungku diadakan acara Buka bersama secara rutin. Kegiatan ini disponsori oleh beberapa institusi dan perusahaan tertentu. Sehingga kita tidak perlu khawatir akan masalah pendanaannya….hmm.. J</p>
<p>Di hari pertama puasa, ternyata aku dikasih tugas sama panitia untuk menyampaikan sedikit tausyiah di acara buka bersama itu….hmm.. Bersyukur banget rasanya masih bisa diberi kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak – anak dan generasi muda di kampungku. Kitapun akhirnya melakukan buka dan sholat maghrib bersama di masjid…. Alhamdulillah… J</p>
<p>Meskipun berbuka dengan makanan dan minuman yang ala kadarnya, tetapi kebersamaan kita membuat suasana menjadi semakin nikmat dan luar biasa…. Subhanalloh… J</p>
<p>Ya Alloh ….. hanya sedikit do’aku untuk mereka, Semoga kelak mereka menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi semua… amin.</p>
<p>Sampai disini dulu ya akhir coretanku tentang pengalaman pra Ramadhan….. semoga bermanfaat…. J</p>
<p>Tunggu kisah unik selanjutnya yang aku alami di pertengahan bulan Ramadhan 1430 H…. <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jogorogo, Ngawi, 11 Agustus</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/welcome-ramadhan-mubarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Rahasia nih&#8230;hehe..jadi malu..^^</title>
		<link>http://restuonline.com/rahasia-hatiku/</link>
		<comments>http://restuonline.com/rahasia-hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 01:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan Mencari Cinta 
*Oleh Aziza Restu Febrianto
(Kisah nyata penulis)

Kisah ini aku tulis tidak lepas dari kekurangan dan kelemahanku sebagai seorang manusia biasa yang sering melakukan kesalahan. Aku hanya berharap  apa yang aku tulis ini mampu memberikan sedikit gambaran tentang hakikat cinta melalui sepenggal kisah dalam hidupku. Cinta yang agung dan tidak ada cinta lain di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><img class="aligncenter size-medium wp-image-318" title="love-wallpaper" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/07/love-wallpaper-199x300.jpg" alt="love-wallpaper" width="199" height="300" />Perjalanan Mencari Cinta</strong><strong> </strong></p>
<p align="center"><em>*Oleh Aziza Restu Febrianto</em></p>
<p align="center">(Kisah nyata penulis)</p>
<p align="center">
<p>Kisah ini aku tulis tidak lepas dari kekurangan dan kelemahanku sebagai seorang manusia biasa yang sering melakukan kesalahan. Aku hanya berharap  apa yang aku tulis ini mampu memberikan sedikit gambaran tentang hakikat cinta melalui sepenggal kisah dalam hidupku. Cinta yang agung dan tidak ada cinta lain di dunia ini yang mampu menandinginya.</p>
<p>Cinta itu indah. Cinta bisa membuat kita bahagia. Cinta mampu mengubah yang kasar menjadi lembut, yang gelap menjadi terang, serta yang dingin dan panas menjadi kehangatan. Cinta mampu mengubah permusuhan menjadi persahabatan. Cinta mampu mengubah hati yang keras menjadi penuh kasih sayang. Begitulah beberapa orang mengenal cinta. Namun terkadang saat melihat realita yang ada, ternyata cinta bisa membuat orang terluka, menangis serta menimbulkan kesedihan dan kebencian. Lalu apa sebenarnya cinta itu? Tak ada satupun orang yang mampu menjelaskan makna apa itu cinta cukup dengan kata – kata. Hanya hati kitalah yang dapat mendefinisikan cinta itu sendiri. Hati inilah yang mampu menangkap sinyal makna dan hakikat cinta melalui perjalanan hidup kita.</p>
<p><span id="more-315"></span>Berangkat dari kisahku dalam mencari cinta..(cie..cie.. <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Terlepas dari cinta kita pada keluarga, kerabat, sahabat, dan harta benda yang kita miliki. Kisah ini lebih khusus tertuju pada cinta kita kepada lawan jenis yang merupakan fitrah kita sebagai manusia ciptaan tuhan. Secara fitrahnya, laki – laki dan perempuan memiliki rasa ketertarikan antara satu dengan yang lainnya. Rasa ketertarikan itu Alloh turunkan kepada manusia sejak nenek moyang mereka (Adam dan Hawa) berada di surga. Sehingga setiap orang pasti mengalami perasaan jatuh cinta.</p>
<p>Saat masih duduk di bangku SD, tidak ada dalam benakku untuk tertarik pada teman perempuan meskipun diantara teman sekelasku ada yang sudah mengalaminya bahkan sampai berpacaran. Aku paling tidak suka saat ada salah seorang temanku mengatakan bahwa aku sedang jatuh cinta pada seorang teman perempuan. Lagipula saat itu aku juga kurang begitu suka dengan anak perempuan karena sering berantem dan saling ejek dengan mereka.</p>
<p>Perasaan tidak suka pada anak perempuan itu lambat laun hilang semenjak memasuki masa puber (saat masuk SMP). Perasaan suka pada perempuan bermula saat ada beberapa kakak kelas perempuan yang sering memujiku…(sory ya narsis dikit… J). Aku tidak tahu kenapa mereka suka memuji dan menggodaku saat aku berjalan melintas didepan mereka. Mereka bilang aku ini anaknya manis (waktu masih kecil…hehe). Bahkan ada teman perempuan dari kelas yang berbeda menitipkan salam buatku. Katanya dia simpatik padaku (jadi GR…hehe ..narsis mode:on). Hal itu semakin membuatku percaya diri dan mulai tertarik pada anak perempuan. Namun waktu itu aku hanya sebatas suka. Tidak lebih. Aku belum berani menyatakan perasaanku pada siapapun perempuan yang aku suka. Aku masih lebih sering memendamnya. Namun saat menginjak ke kelas II (sekarang kelas VIII), aku mengenal gadis berinisial “D.” Meskipun kita berbeda kelas, tapi dia suka memperhatikanku. Dari tatapannya seolah dia menaruh hati padaku. Hingga pada suatu hari dia diajak temannya untuk bertemu denganku dan akhirnya dia mengakui kalau dia memang suka padaku.  Waktu itu aku sangat terkejut dan bahagia bagaikan terbang ke awan….(hehe…lebay). Deg – degan juga ditembak sama cewek… <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Dengan perhatian yang selama ini telah ia berikan, akhirnya aku juga bilang ke dia kalau aku juga suka sama dia. Sehingga waktu itu kita resmi berpacaran meskipun masih malu – malu untuk bertemu.</p>
<p>Karena saat itu kita mulai masuk ke kelas III, akhirnya waktu kita banyak tersita untuk memikirkan Ujian Nasional dan kelulusan. Waktu itu standard minimal nilai rata – rata kelulusan Ujian Nasional sudah ditentukan, sehingga kita harus belajar giat agar nilai kita diatas nilai itu. Pada akhirnya kesempatan untuk bertemu pun jarang kita dapatkan hingga kelulusan.</p>
<p>Setelah lulus, aku melanjutkan studiku di salah satu SMA di kota Ngawi. Sekolah yang lokasinya masih berada dalam satu kabupaten dengan rumahku. Sedangkan dia memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya ke Kalimantan, di sebuah SMA yang dekat dengan tempat kelahirannya. Sehingga pada akhirnya kita dipisahkan oleh jarak dan waktu. Pada suatu hari dia mengirimkan surat kepadaku kalau dia masih suka padaku. Namun karena tidak pernah bertemu dan saling berkomunikasi, akhirnya hubungan kitapun kandas (waktu itu masih jarang sekali orang yang mempunyai HP… J).</p>
<p>Di SMA, aku mulai disibukkan dengan kegiatan sekolah. Selain mengikuti pembelajaran di kelas, aku juga mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Sehingga aku menjadi lumayan sering mengikuti salah satu kegiatan kerohanian islam yang diadakan oleh takmir masjid sekolah. Di salah satu acara, seorang pembicara menyampaikan materi tentang cinta. Apa yang harus kita lakukan sebagai seorang remaja saat sedang mengalami jatuh cinta. Beliau menyampaikan bahwa ternyata berpacaran itu tidak diperbolehkan dalam islam. Didalam islam tidak ada yang namanya pacaran sebelum pernikahan. Tapi pacaran setelah pernikahan itu jelas. Pembicara dengan gaya serta materi yang ia sampaikan itu sungguh menyedot perhatian para peserta pada waktu itu. Karena terus terang saja masa SMA adalah masa &#8211; masa remaja. Masa yang paling rentan untuk mengalami ketertarikan pada lawan jenis yang berimbas pada pacaran. Apalagi dengan banyaknya film dan sinetron di televisi yang menyuguhkan adegan percintaan membuat mereka mudah sekali terpengaruh untuk meniru.</p>
<p>Aku merasa tersinggung dengan apa yang disampaikan oleh si pembicara tausyiah tadi. Apa yang beliau sampaikan ternyata mengkritik habis – habisan tentang apa yang aku lakukan selama masih di SMP. Aku sadar, aku harus berubah dan berusaha melupakan “D” yang waktu itu masih ada dalam pikiranku. Dengan kegiatan dan belajar yang aku jalani, pada akhirnya aku mampu melupakannya. Aku juga mulai sering mengikuti kegiatan keislaman di sekolah hingga menjadi pengurus takmir masjid sekolah. Saat pulang sekolah, biasanya aku lebih suka menghabiskan waktuku di masjid sekolah setelah melakukan sholat dhuhur atau beristirahat. Kesempatan ini membuatku mengenal teman – teman pengurus takmir lainnya. Biasanya kita sering berdiskusi tentang mata pelajaran di masjid. Karena intensitas pertemuan, akhirnya akupun semakin akrab dengan mereka layaknya saudara sendiri.</p>
<p>Karena seringnya berinteraksi dengan teman – teman takmir masjid baik laki – laki maupun perempuan, akupun mulai tertarik dengan anak perempuan yang berjilbab dengan rok bawahan lebar….haha <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Aku merasa bahwa wanita semakin terlihat anggun, bersahaja, dan terhormat ketika mengenakan jilbab plus rok bawahan yang lebar . Tapi perasaanku itu harus aku jaga karena aku tahu perasaan itu tidak boleh dibiarkan berkembang. Akhirnya aku menjalani hari – hariku di sekolah dengan baik tanpa berpacaran…(mantabs khan..hehe).</p>
<p>Namun suasana menjadi berubah ketika aku mulai naik ke kelas III (sekarang IX). Waktu itu aku memilih jurusan IPS (Ilmu Sosial) karena aku sadar bahwa aku lemah dalam Matematika. Selain harus fokus pada UN dan kelulusan, aku pun harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Aku harus berteman dengan siswa yang belum pernah satu kelas denganku saat kelas I dan II. Karena terlalu fokus dengan itu semua, akhirnya aku mulai jarang berinteraksi dengan teman – teman takmir masjid sekolah. Sekolah pun juga membatasi kegiatan bagi para siswa yang sudah naik ke kelas III agar tetap fokus pada pelajaran.</p>
<p>Lingkungan dan pergaulan baru itulah yang membuat sikap dan karakterku menjadi berubah. Waktu itu sekolahku mulai kedatangan para siswa baru. Kedatangan mereka disambut hangat oleh kakak kelas mereka kelas II dan III tak terkecuali kelasku. Dasar remaja…. Beberapa teman kelasku langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekati siswi baru yang terlihat cantik….haha.. Dasar! Dengan karakter teman kelas yang seperti itu, akupun mulai terpengaruh untuk melakukan hal yang sama. Aku menjadi lebih berani mendekati perempuan. Kalau dulu aku tidak pernah memperhatikan apakah perempuan yang aku dekati itu berjilbab atau tidak, tapi karena mulai suka dengan siswi berjilbab saat itu aku memilih untuk mendekati siswi perempuan yang berjilbab. Hingga pada akhirnya membawaku untuk jatuh hati pada seorang gadis berjilbab cantik berinisial “A”. Tapi jujur loh…. Sebenarnya aku bukanlah orang yang boleh dibilang playboy dan suka menggoda gadis cantik, tapi waktu itu aku benar – benar mengalami jatuh hati yang mendalam…. (wuih…serius mode:on)</p>
<p>Berawal dari pertemuan pertama dan dilanjutkan dengan perkenalan. Saat pertama kali bertemu dengannya, aku sudah merasakan ketertarikan padanya. Kemudian aku minta tolong teman kelasku yang waktu itu cukup dekat dengannya untuk memediasi perkenalan kita. Setelah perkenalan itu aku merasa menjadi orang yang paling bahagia. Terang saja siapa yang tidak beruntung dan bahagia bisa berkenalan dengan gadis berjilbab cantik dan alim seperti “A.” Jarang ada orang yang bisa melakukannya. Mulai saat itu pula perasaan sukaku kepada gadis itu semakin hari semakin kuat. Sering terbesit dalam benakku untuk bisa menjadi lebih dekat dengannya. Akupun mulai selalu memperhatikannya. Perhatian demi perhatianpun aku berikan agar dia semakin tertarik padaku. Waktu itu lumayan banyak yang aku lakukan untuk bisa mendapatkan perhatiannya. Aku tidak bisa menyebutkan semuanya disini.</p>
<p>Meskipun dengan banyaknya perhatian yang aku berikan, aku tetap tidak bisa mendekatinya. Dia sangat menjaga dirinya untuk tidak bergaul dengan anak laki – laki secara lebih dekat. Sebenarnya aku juga menyadari bahwa dia adalah seorang muslimah yang taat sehingga dia tidak mungkin bisa aku dekati layaknya perempuan yang lain. Sehingga tiap kali aku mengajaknya untuk bertemu, dia pasti menolak. Hingga suatu hari dengan tulus aku menyatakan rasa sukaku padanya melalui telepon (hmm….moment yang mendebarkan)… Kemudian dia menjawab dan menjelaskan bahwa dia tidak mau berpacaran dan masih ingin fokus dalam belajar. Tidak cukup puas dengan penjelasannya itu, aku pun akhirnya menantangnya dengan bertanya sampai kapan dia siap untuk menikah (aku heran sedewasakah aku waktu itu sampai berani menantangnya untuk menikah…hehe). Dia bilang bahwa dia akan menikah pada saat yang tepat nantinya. Sebenarnya aku cukup lega sudah bisa menyatakan perasaan suka yang aku pendam kepadanya waktu itu. Namun dengan jawaban yang ia berikan, aku menjadi semakin penasaran dan ingin rasanya menunggu dia sampai dia siap. Aku masih ingat kata – kata terakhir yang aku ucap ketika menutup pembicaraan. Dengan suara lirih aku berkata bahwa aku akan menunggunya (wah….bisa &#8211; bisanya aku melakukan itu…kayak di sinetron aja..haha). Tapi kata – kata itulah yang menjadi boomerang bagiku setelah itu. Aku merasa bahwa itu adalah janji. Janji yang harus aku tepati pada suatu hari nanti.</p>
<p>Setelah kejadian itu aku merasa sangat lega sekali. Akhirnya semua yang terpendam dalam hatiku bisa terluapkan. Saatnya aku fokus pada Ujian Nasional dan Ujian Masuk PTN. Karena waktu itu aku berkeinginan untuk bisa masuk di jurusan komunikasi UNS, akupun mulai belajar giat. Dulu aku punya dua pilihan kalau tidak diterima di jurusan komunikasi ya di bahasa Inggris. Tapi kuliahnya di UNS.</p>
<p>Setelah lulus SMA, aku mengikuti tes SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) di Jogja. Tapi sayang ternyata impianku untuk kuliah di UNS kandas karena aku tidak diterima di kampus itu setelah tes. Akupun akhirnya diterima di salah satu PTN di Semarang dengan mengambil jurusan Bahasa Inggris. Setelah diterima, aku mulai menikmati perkuliahanku. Selama kuliah aku juga mengikuti berbagai macam kegiatan di kampus. Disibukkan dengan aktivitas yang cukup banyak di kampus, akhirnya aku mulai melupakan “A.” Meskipun demikian, aku masih mencintainya dan tidak ingin ada perempuan lain di hatiku selama aku kuliah. Sehingga selama kuliah tidak pernah ada wanita lain (secantik dan seanggun apapun dia) bisa menggantikan “A” dalam hatiku. Tapi aku sadar, aku tidak boleh memikirkannya terus. Jika aku terus memikirkannya, sama saja aku telah melakukan hal yang tercela (walaupun kecil)…. Tidak boleh… tidak boleh…hmm. Aku hanya bisa berencana kalau dia lulus kuliah dan akupun sudah bekerja nantinya, aku akan menikahinya (wah….ternyata aku sudah membuat keputusan yang cukup besar buat diriku sendiri).</p>
<p>Setelah lulus kuliah, aku langsung bekerja. Sedangkan dia masih kuliah. Pada suatu hari aku mendengar kabar bahwa ternyata dia telah melangsungkan pernikahan. Aku sangat heran secepat itukah dia memutuskan untuk menikah. Padahal dia masih kuliah. Waktu itu aku bagaikan disambar petir (lebay mode:on)… Cukup menyakitkan memang. Beberapa hari aku masih sangat terpukul dengan kabar itu. Tapi kemudian aku segera berfikir bahwa itu adalah pilihan dia. Dia telah memilih laki – laki terbaik menurutnya. Aku juga menyadari bahwa ternyata dia memang tidak berjodoh denganku. Usaha dan rencana apapun yang kita lakukan, kalau memang tidak berjodoh, ya pasti tidak akan bisa bertemu. Jodoh itu benar – benar sangat misteri dan tidak bisa kita rencanakan begitu saja. Ada sebuah kekuatan lain yang mengaturnya. Dialah Alloh….. Dialah yang menciptakan seluruh alam semesta dan mengaturnya secara rapi  dan seimbang.</p>
<p>Belum tentu seseorang atau sesuatu yang kita sukai itu baik menurut Alloh. Padahal semua pilihan Alloh itu pasti yang terbaik. Aku yakin bahwa sebenarnya Alloh telah menyiapkan bidadari lain yang akan mendampingiku disuatu tempat yang belum aku ketahui. Tentunya dia lebih baik daripada “D” dan “A.” Asalkan aku berusaha memperbaiki diriku, aku akan mendapatkan yang baik pula.</p>
<p>Inilah bukti dan tanda kecintaan Alloh kepada kita. Cinta-Nya tulus dan sejati. Dia mencintai kita tanpa meminta balasan apapun dari kita. Apakah kita harus menyakiti Dia dengan mencintai makhlukNya yang lain tanpa izin-Nya?. Alloh sangat mencintai kita dengan memberikan ujian hidup kepada kita agar kita bisa terus belajar. Jika kita tidak pernah merasakan sakit dan patah hati, maka kita tak akan pernah belajar untuk bersabar. Semakin kita belajar dari ujian, maka kita semakin matang dan dewasa serta memiliki wawasan yang luas. Kitapun menjadi orang yang bisa melakukan amalan mulia dengan mengajarkan pengalaman kita kepada orang lain. Amalan mulia itu akan menjadi amal ibadah dan investasi pahala kita di akhirat. Sehingga kita selamat dunia dan akhirat….. amin.</p>
<p align="center">
<p align="center"><strong>Kuikat dengan Sempurna</strong></p>
<p align="center"><em>Karena aku cinta<br />
Selalu kusebut nama-Nya<br />
Di kala hati rindu<br />
Ingin bertemu selalu</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Reff<br />
</strong>Cinta ini penuh pada-Nya<br />
Tak kan pernah terbagi dua<br />
Cinta ini cinta sejati<br />
Cinta tuk Ilahi</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Jika aku cinta manusia<br />
Ini pasti izin dari-Nya<br />
Sujud penuh syukur pada-Nya<br />
Semoga bahagia</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Bila cinta tiba<br />
Kuikat dengan sempurna<br />
Dengan rumah tangga<br />
Terukir janji setia</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Album           : Single ANN Jateng<br />
Munsyid       : ANN Jateng &#8211; Naufal Nasheed<br />
http://liriknasyid.com</strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: right;">Salatiga, 23 Juli 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/rahasia-hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Place to visit&#8230;.</title>
		<link>http://restuonline.com/place-to-visit/</link>
		<comments>http://restuonline.com/place-to-visit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 23:02:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[


Nikmatnya Berendam Air Panas&#8230;hmmm


Adakalanya tubuh membutuhkan relaksasi&#8230;&#8230;
Dengan tubuh yang segar, pikiran menjadi lebih jernih&#8230;
Kitapun menjadi lebih produktif dalam bekerja dan beraktifitas&#8230;
Mungkin tempat ini bisa dijadikan referensi bagi kalian yang ingin melepas penat dan relaksasi diri setelah seharian penuh beraktifitas&#8230;   

Nglimut, Gonoharjo, Ungaran, Semarang
Minggu, 18 Juli 2010
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-309" title="IMG0236A" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG0236A-300x240.jpg" alt="IMG0236A" width="300" height="240" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-310" title="gonoharjo1-300x222" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/07/gonoharjo1-300x222.jpg" alt="gonoharjo1-300x222" width="300" height="222" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-311" title="IMG0237A" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG0237A-300x240.jpg" alt="IMG0237A" width="300" height="240" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Nikmatnya Berendam Air Panas&#8230;hmmm</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: left;">Adakalanya tubuh membutuhkan relaksasi&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Dengan tubuh yang segar, pikiran menjadi lebih jernih&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Kitapun menjadi lebih produktif dalam bekerja dan beraktifitas&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Mungkin tempat ini bisa dijadikan referensi bagi kalian yang ingin melepas penat dan relaksasi diri setelah seharian penuh beraktifitas&#8230;  <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: right;">Nglimut, Gonoharjo, Ungaran, Semarang</p>
<p style="text-align: right;">Minggu, 18 Juli 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/place-to-visit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Terunik dalam Hidupku&#8230;&#8230;:)</title>
		<link>http://restuonline.com/pengalamanku-yang-unik/</link>
		<comments>http://restuonline.com/pengalamanku-yang-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 06:42:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[
Upacara Bendera
*Oleh Aziza Restu Febrianto


Masih ingatkah kita pada sebuah lagu ciptaan Chrisye yang berjudul “Kisah Kasih di Sekolah?” Banyak orang bilang masa sekolah adalah masa yang paling indah. Waktu saat kita punya banyak teman, berkumpul dan belajar bersama serta mengenal asmara (so sweet). Kita semua tentunya memiliki pengalaman dan kisah yang unik tak terlupakan selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img class="aligncenter size-medium wp-image-303" title="Untitled-TrueColor-19" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/07/Untitled-TrueColor-19-300x210.jpg" alt="Untitled-TrueColor-19" width="300" height="210" /></p>
<p align="center"><strong>Upacara Bendera</strong></p>
<p align="center"><em>*Oleh Aziza Restu Febrianto</em></p>
<p align="center"><em><br />
</em></p>
<p>Masih ingatkah kita pada sebuah lagu ciptaan Chrisye yang berjudul “Kisah Kasih di Sekolah?” Banyak orang bilang masa sekolah adalah masa yang paling indah. Waktu saat kita punya banyak teman, berkumpul dan belajar bersama serta mengenal asmara (so sweet). Kita semua tentunya memiliki pengalaman dan kisah yang unik tak terlupakan selama di sekolah. Seperti halnya aku yang pernah mengalami sebuah kejadian cukup unik saat duduk di bangku sekolah.</p>
<p>Kejadian ini kualami saat masih belajar di SMA. Setelah lulus dari SMP, aku memutuskan untuk melanjutkan studiku di sebuah SMA favorit di kotaku. Sekolah itu terletak di jantung kota. Di sekolah itu aku adalah salah satu siswa yang berasal dari desa. Kebanyakan siswa yang sekolah di SMA itu berasal dari kota. Selama di SMA, aku dikenal cukup pendiam dan pemalu. Aku cenderung lebih suka bergaul dengan beberapa temanku yang berasal dari desa sepertiku. Selain itu aku juga sering bergaul dengan teman – teman yang aktif di kegiatan masjid sekolah karena aku merasa nyaman saat bersama mereka. Pada akhirnya aku juga ikut aktif di kegiatan masjid bersama mereka. Bahkan aku juga terlibat dalam kepengurusan takmir masjid. Karena seringnya mengikuti kegiatan islam dan aktif dalam kepengurusan takmir masjid, kebanyakan teman &#8211; temanku menganggapku sebagai anak yang alim dan tahu banyak tentang agama. Bahkan hampir semua guru di sekolahku juga menganggapku demikian. Tiap kali ada kegiatan keislaman di sekolah, aku selalu ditunjuk sebagai panitia dan pemimpin do’a..<span id="more-302"></span></p>
<p>Hmm…Namanya juga manusia apalagi masih remaja. walaupun cukup aktif di kegiatan kerohanian islam dan terkenal pendiam, terkadang aku masih suka jahil. Aku paling suka ngerjain anak perempuan. Jika ada anak perempuan cantik yang lewat didepan kelasku, tak segan – segan aku untuk menyapa dan menggodanya&#8230;hehe. Apalagi kalau yang lewat didepan kelasku itu adalah adik kelasku…..berbagai macam strategipun aku siapkan agar bisa membuatnya luluh.</p>
<p>Karena suka jahilin anak perempuan, akhirnya aku mulai jatuh hati pada seorang siswi cantik berjilbab yang merupakan adik kelasku waktu itu. Aku merasa bahwa dalam hidup baru pertama kali ini aku melihat sosok perempuan secantik dia. Aku benar – benar telah jatuh cinta….hmm. Rasanya hati ini sedang berbunga &#8211; bunga. Bayangan gadis berjilbab itu setiap saat selalu ada  dalam pikiranku. Tiap malam aku selalu teringat akan senyumannya yang sangat menawan. Tiap kali aku beretemu dengannya, aku tak kuasa mengendalikan detak jantungku yang selalu menganggu pikiranku. Gadis itu benar – benar telah membuatku tergila – gila saat itu.</p>
<p>Karena perasaan suka yang begitu mendalam pada gadis berjilbab itu, ingin rasanya untuk bisa berkenalan dan berteman dengannya. Kebetulan salah seorang temanku yang cukup mengenal gadis itu bersedia membantuku untuk berkenalan dengannya. Setelah berkenalan, aku merasa seperti orang yang paling bahagia. Bagaimana tidak? Jarang loh ada orang yang bisa berkenalan langsung dengan gadis alim berjilbab seperti dia. Sehingga aku merasa menjadi orang yang paling beruntung saat itu.</p>
<p>Setelah kejadian itu, tiap kali aku melihatnya, ada perasaan yang berbeda dalam diriku. Aku benar – benar tak dapat mengendalikan perasaanku. Berbagai macam cara pun aku lakukan agar ia tertarik padaku. Mulai dari mengirmkan surat lewat temannya sampai memberikan hadiah kecil padanya. Aku pun mulai suka memperhatikannya saat dia lewat didepanku. Tapi aku tak berani menyapanya. Kalau biasanya aku sering menyapa dan menggoda siswi cantik yang lewat didepan kelasku, tapi kali ini sangatlah berbeda. Aku tak bisa berbuat apa – apa saat didekatnya. Bahkan mau berkata saja susah…hmmm..</p>
<p>Namun usaha dan harapanku ternyata sia – sia. Perhatian demi perhatian aku berikan padanya, tapi tak pernah ada jawaban darinya. Bahkan semakin sering aku memberikan perhatian, semakin pula aku mendapatkan sikap acuh darinya. Kadang aku merasa yakin bahwa aku pasti bisa mengambil hatinya. Tapi kenyataannya justru sebaliknya. Gila…..aku sempat berkata dalam hati, “gila gadis macam apa kau ini!. Susah juga&#8230;.Hebat bener…”</p>
<p>Hari demi hari aku mulai disibukkan dengan tugas sekolah dan persiapan menghadapi UN karena waktu itu aku sudah kelas 3. Aku harus fokus…gak boleh terganggu oleh bayangan dia. Aku sempet berupaya untuk optimis. Optimis sih iya, tapi apa daya tetap saja bayangan gadis berjilbab itu mampir lewat di pikiranku. Secara, tiap kali ke sekolah, aku selalu bertemu dengannya…..huhu.</p>
<p>Waktu itu hari sabtu. Aku dan teman – teman sekelasku dipanggil oleh bapak wakil kepala sekolah bagian kesiswaan melalui ketua kelas. Kita semua diminta untuk segera datang ke lapangan sekolah. Aku sempat heran kenapa kita semua dalam satu kelas diarak ke lapangan. Apa karena gara – gara kita sering terlambat ke sekolah sehingga mendapatkan hukuman. Aku berdo’a dalam hati mudah – mudahan hukumannya tidak seberat yang kupikirkan seperti berlari mengitari lapangan 10 kali. Oh my God….Bisa mandi keringat deh jadinya. Tapi ternyata dugaanku salah. Karena besok lusa adalah hari senin, maka bapak wakasek kesiswaan memberi tugas kepada kita untuk mempersiapkan diri sebagai petugas upacara bendera hari senin.</p>
<p>Setelah menyampaikan perintah penugasan, beliau memandu kita sejenak dalam rapat untuk membahas pembagian tugas dan peran masing – masing dari kita dalam penugasan upacara. Salah satu teman kelasku yang sangat aktif di Pramuka langsung ditunjuk sebagai komandan upacara. Tiga orang lainnya yang berpostur tubuh tinggi ditunjuk sebagai pengibar bendera. Beberapa menjadi pembaca UUD’ 45 dan Pancasila. Sisanya adalah grup kur menyanyi lagu Indonesia Raya. Kemudian yang terakhir adalah pembaca do’a. Bapak wakasek berpikir sejenak kira – kira siapa diantara kita yang nantinya bertugas sebagai pembaca do’a. Karena pertimbangan karakter dan kegiatan yang aku ikuti, kemudian aku terpilih sebagai pembaca do’a. Aku sempat menolak waktu itu dengan alasan belum siap. Kemudian beliau menjelaskan bahwa saat membaca do’a, aku tidak perlu membuat naskahnya sendiri. Naskah sudah disiapkan oleh sekolah. Akhirnya aku bersedia. Aku merasa itu adalah pekerjaan yang mudah bagiku. Hanya sekedar membaca naskah do’a yang telah disiapkan didepan semua siswa sekolah saat upacara. Semua orang bisa. Setelah pembagian tugas selesai, kita kembali ke kelas kita.</p>
<p>Hari senin pun tiba. Saatnya bersiap – siap untuk berangkat ke sekolah lebih pagi. Aku harus memastikan bahwa aku berangkat paling awal diantara teman – temanku lainnya agar ada waktu yang cukup bagiku untuk mempersiapkan diri sebelum upacara dimulai. Jujur saja selama dirumah aku sama sekali tidak latihan membaca do’a. makanya aku berangkat ke sekolahnya paling awal…hehe. Ternyata sebelum bel masuk berbunyi, bapak wakasek kesiswaan menyuruh kita untuk melakukan simulasi terlebih dahulu sebelum pelaksanaan upacara yang sebenarnya. Simulasipun kita laksanakan dengan lancar. Tapi sayangnya simulasi tidak berlangsung sampai selesai karena beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi. Akhirnya aku tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi membaca do&#8217;a.</p>
<p>Teeeeettt…..teeeettttt….teeeeeetttt… bel tanda masuk berbunyi. Karena hari senin, semua siswa tidak langsung masuk ke kelas mereka masing – masing. Tapi langsung menuju lapangan sekolah untuk melaksanakan upacara bendera. Aku dan teman – temanku sekelas langsung bergegas menyiapkan diri. Suasana upacara waktu itu begitu hening. Tidak ada suara gaduh terdengar dari kerumunan siswa yang sedang berbaris rapi. Secara, jika ketahuan ada salah seorang siswa melakukan kegaduhan, para guru yang bertugas mengawasi upacara di belakang barisan siswa langsung memberikannya skor/ sanksi. Sehingga kegiatan upacara itu hampir sepenuhnya berjalan dengan lancar.</p>
<p>Dalam keadaan berdiri didepan semua barisan siswa, aku merasa sedikit grogi alias nervous (dasarnya pemalu ya gini). Untungnya aku masih sanggup mengendalikan emosiku. Tapi seketika aku menengok ke sebelah barisan siswa paling kanan, detakan jantungku semakin kencang. Ada sesosok gadis cantik sedang berdiri di barisan paling depan. Gadis itu adalah  siswi berjilbab yang selama ini menganggu pikiranku. Gila…aku benar – benar tak tahu harus berbuat apa. Waktu itu perasaan nervousku semakin meningkat. Duh…gimana nih…</p>
<p>Hampir seluruh kegiatan upacara berjalan dengan lancar. Dari pengibaran bendera hingga pembacaan pancasila dan UUD’ 45. Kemudian sang pembawa upacara memberikan instruksi di akhir upacara bahwa upacara telah selesai dan ditutup dengan pembacaan do’a. akupun maju tiga langkah kedepan dengan membuka naskah do’a yang akan aku baca. Saat aku berdo’a, semua peserta upacara bendera mnunduk dan khusuk menghadap sang pencipta. Demikian pula aku berusaha untuk dapat khusuk dalam membaca. Akupun membaca hampir seluruh naskah do’a dengan lancar. Namun ternyata naskah do’a itu berjumlah dua lembar halaman. Aku mulai terkejut karena saat simulasi aku tidak tahu kalau naskah itu bersambung di halaman berikutnya. Teks bersambung itu tepat pada kalimat yang terputus ini <em>“Ya Alloh, ya tuhan kami, berikanlah kami kekuatan untuk senantiasa mening – “</em> kalimat itu berlanjut di halaman berikutnya dengan bunyi <em>“ – meninggikan agamamu.”</em> Karena nervous dan merasa ada seorang pujaan hati yang memperhatikan, akhirnya dengan PDnya aku mengucap <em>“Meninggalkan”</em> (coz aku kira kalimat itu berlanjut seperti ini <em>“meninggalkan larangan-Mu dan menaati perintah-Mu.”</em>) tapi ternyata jadinya <em>“Meninggalkan agamaMu.”&#8230;&#8230;”</em>Oh&#8230;Gosh!!”</p>
<p>Suasana upacara bendera yang sebelumnya tenang dan hening berubah seketika seperti pertandingan sepak bola&#8230;.. Semua mata peserta upacara tertuju padaku dengan ketawaan mereka yang merubah suasana. Melihat dan mendengar keramaian dari peserta upacara itu membuatku menyadari kesalahanku dalam membaca teks tadi. Oh…my God…… “kenapa ini bisa terjadi?” tanyaku dalam hati. Seketika wajahku menjadi pucat dan keluar keringat dingin dari seluruh sekujur tubuhku. Aku tak menyangka aku telah melakukan hal yang sangat memalukan seumur hidupku. Semua orang mengetawakanku&#8230;&#8230;huhuhu</p>
<p>Setelah upacara bendera selesai, aku dipanggil oleh beberapa guruku. Awalnya mereka sedikit marah padaku karena menganggap bahwa aku kurang persiapan. Tapi kemudian mereka menasehatiku untuk tidak melakukan hal yang sama lagi. Mereka bilang bahwa pengalamanku waktu itu akan menjadi pelajaran yang sangat berharga sekali bagiku.</p>
<p>Ternyata apa yang dikatakan beberapa guruku itu benar bahwa kejadian saat upacara bendera itu memang menjadi pelajaran sangat berharga. Ketika di kampus, aku sangat aktif di kegiatan organisasi mahasiswa. Beberapa kali aku ditunjuk sebagai ketua dan koordinator kegiatan. Pada akhirnya aku sering memberikan sambutan di depan peserta yang jumlahnya sampai ribuan. Aku juga pernah memimpin do&#8217;a pada beberapa acara kampus baik tingkat Universitas maupun Nasional. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Bahkan salah seorang dosen dan dekan fakultasku mengacungiku jempol saat aku mampu mempengaruhi emosi peserta saat memimpin do&#8217;a di sebuah acara besar tingkat fakultas&#8230;&#8230;</p>
<p>Hmmm&#8230;memang pengalaman itu adalah guru yang terbaik&#8230; <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/pengalamanku-yang-unik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juni &#8211; Desember 2010 Bravo!!</title>
		<link>http://restuonline.com/juni-desember-2010-bravo/</link>
		<comments>http://restuonline.com/juni-desember-2010-bravo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 10:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[
10 Prestasi di Sisa Tahun 2010
(*Oleh. Aziza Restu Febrianto)


 
Bermimpi dan bercita – cita adalah sifat dasar manusia. Impian membuat hidup menjadi lebih bermakna. Dengan mempunyai impian, manusia menjadi tetap bersemangat dalam menjalani hidupnya. Namun tak semua impian dapat terwujud. Manusia hanya bisa mengupayakan, tapi Tuhanlah yang menentukan.
Aku harus tetap percaya bahwa ketentuan tuhan itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img class="aligncenter size-medium wp-image-295" title="mendaki" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/06/mendaki-217x300.jpg" alt="mendaki" width="217" height="300" /></p>
<p align="center"><strong>10 Prestasi di Sisa Tahun 2010</strong></p>
<p align="center"><em>(*Oleh. Aziza Restu Febrianto)</em></p>
<p align="center"><em><br />
</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p>Bermimpi dan bercita – cita adalah sifat dasar manusia. Impian membuat hidup menjadi lebih bermakna. Dengan mempunyai impian, manusia menjadi tetap bersemangat dalam menjalani hidupnya. Namun tak semua impian dapat terwujud. Manusia hanya bisa mengupayakan, tapi Tuhanlah yang menentukan.</p>
<p>Aku harus tetap percaya bahwa ketentuan tuhan itulah yang terbaik untukku karena belum tentu yang aku inginkan adalah yang terbaik. Tuhan lebih tahu akan hal itu.</p>
<p>Meskipun demikian, impian itu harus terus diupayakan agar bisa terwujud. Untuk mewujudkan impian, diperlukan adanya perencanaan yang jelas, matang, dan detail. Rencana itu masuk kedalam 10 Prestasi yang ingin aku raih di sisa tahun 2010 ini&#8230;.</p>
<p>Bravo!!</p>
<p><strong>10 Prestasi yang harus diraih di sisa tahun 2010:</strong></p>
<ol>
<li>Bekerja      dengan sungguh – sungguh dan professional.</li>
<li>Belajar      dan berlatih secara terus menerus.</li>
<li>Membaca      dan menulis hal – hal yang baru.</li>
<li>Update      semangat setiap hari.</li>
<li>Memperbanyak      teman dan menjaga tali silaturahim.</li>
<li>Menjaga      komunikasi yang baik dengan orang tua.</li>
<li>Menjaga      lisan, fikiran, dan hati untuk hal &#8211; hal yang positif.</li>
<li>Memperbanyak      ibadah dan amalan sunnah.</li>
<li>Memperbanyak      dzikir dan do’a.</li>
<li>Berusaha      untuk tawakkal dan ikhlas menerima ketetapan tuhan.</li>
</ol>
<p align="center">
<p align="center">Dengan adanya niat, keyakinan, usaha, dan do’a,</p>
<p align="center">insyaAlloh impian dan prestasi pasti akan terwujud.</p>
<p align="center">Semangat!!&#8230;.</p>
<p align="center">Aku pasti bisa!!&#8230;.</p>
<p align="center">
<p align="center">Oya! <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Bulan suci Ramadhan sebentar lagi tiba.</p>
<p align="center">Yuk persiapkan diri kita untuk menyambutnya dengan prestasi – prestasi kecil kita………</p>
<p align="center">^_^</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="right">Salatiga, 25 Juni 2010</p>
<p align="right">Saat pintu gerbang perjuangan menuju puncak impian dibuka</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/juni-desember-2010-bravo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Cerita Bersama Karisma</title>
		<link>http://restuonline.com/kumpulan-cerita-bersama-karisma/</link>
		<comments>http://restuonline.com/kumpulan-cerita-bersama-karisma/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 10:50:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirational Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[
Kumpulan Cerita Bersama Karisma 
(2007 – 2010)
(*Kisah Nyata Penulis, Aziza Restu Febrianto)

Mungkin cerita ini cukup sederhana.  Tapi KONYOL dan MENGGELIKAN menurutku. Aku yakin diantara kita pasti pernah mengalaminya. Meskipun demikian, kita bisa mengambil pelajaran (ibrah) yang sangat berharga darinya……. Memang setiap kejadian di dunia ini ada ibrah dan pelajarannya….hmm…(Baca ibrahnya di akhir cerita ya)…
Selamat membaca… [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-286" title="IMG_2213" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/06/IMG_2213-220x300.jpg" alt="IMG_2213" width="220" height="300" /></p>
<p align="center"><strong>Kumpulan Cerita Bersama Karisma </strong></p>
<p align="center"><strong>(2007 – 2010)</strong></p>
<p align="center"><em>(*Kisah Nyata Penulis, Aziza Restu Febrianto)</em></p>
<p align="center">
<p>Mungkin cerita ini cukup sederhana.  Tapi <strong>KONYOL</strong> dan <strong>MENGGELIKAN </strong>menurutku.<strong> </strong>Aku yakin diantara kita pasti pernah mengalaminya. Meskipun demikian, kita bisa mengambil pelajaran (ibrah) yang sangat berharga darinya……. Memang setiap kejadian di dunia ini ada ibrah dan pelajarannya….hmm…(Baca ibrahnya di akhir cerita ya)…</p>
<p>Selamat membaca… ^_^</p>
<p>Pada jaman sekarang, tiap orang di Indonesia (khususnya di Jawa) rata – rata pasti mempunyai motor (support polusi bangets…..busyet..dah). Dan setiap orang pasti mengalami beberapa kejadian dan peristiwa yang unik saat mengendarai motornya itu. Nah, melalui tulisan ini, aku bertujuan untuk sekedar share tentang pengalamanku bersama motor kesayanganku “Karisma.” Sudah hampir 4 tahun Karisma menemaniku dalam mengarungi perjalanan hidupku. Banyak sekali kejadian dan peristiwa bersama dia yang ingin sekali aku ceritakan disini.</p>
<p><strong>Pertemuan pertama</strong></p>
<p>Waktu itu aku masih kuliah semester 7 pada salah satu PTN di Semarang . Aku minta tolong pada orang tuaku untuk mencarikanku sebuah motor yang bisa aku pakai saat menjalani PPL di sebuah sekolah menengah atas di Semarang.  Lokasi sekolah itu agak jauh dari tempat aku kos. Kos yang aku tempati berada didekat kampusku yang lokasinya di Sekaran, Gunungpati, sebuah kecamatan wilayah kota Semarang bagian selatan. Sedangkan SMA tempat aku melaksanakan PPL berada di pusat jantung kota, tepatnya di taman KB belakang gedung DPRD Jawa Tengah, Semarang. Salah satu sekolah menengah yang paling tua di kota Semarang.</p>
<p>Dengan perasaan deg – deg an akhirnya aku dikenalkan dengan dia…….. Namanya Karisma. Saat itu aku benar – benar jatuh cinta padanya. Setiap hari aku selalu membelainya, mengelapnya kalau ada kotoran diwajahnya, bahkan aku tidak rela ada orang lain yang berani menyentuhnya…haha (so sweet and Lebay mode:on). Mulai saat itu juga karisma mulai semakin dekat denganku. Dia selalu menemani hari – hariku selama kuliah di Semarang. Kalau waktu senggang, aku sering mengajaknya jalan – jalan bersama teman – temanku lainnya. Ada beberapa kejadian dan peristiwa yang tak terlupakan selama bersama dia….hoho.. Mo tahu?&#8230; Let’s cekedot…!!</p>
<p><strong>Kejadian 1</strong></p>
<p>Baru saja orang tuaku merestui hubungan kita, sudah ada kejadian yang tak enak terjadi. Saat itu adalah liburan kuliah yang cukup lama karena Lebaran. Melalui sms dan email aku diundang oleh teman – temanku SMA untuk datang di acara reuni Alumni SMA. Bersama dengan seorang temanku yang rumahnya dekat denganku, aku bertekad untuk memenuhi undangan itu dengan mengendarai motor Karisma baruku. Karena saking senengnya, waktu itu aku ngebut dijalan dengan kecepatan 100 km/jam. Padahal jalan yang kulalui sebenarnya kurang begitu bagus. Ketika sudah berada dekat dengan lokasi reuni, tiba – tiba ada seorang pengendara motor Mega- pro baru yang posisinya tepat didepanku secara mendadak mengambil arah belok kanan. Dengan rasa gugup dan tersentak, aku tak sanggup mengendalikan rem cakram maupun tromol Karisma sehingga kutabrak deh motor barunya….waduhh…. Lampu retingnya hancur, scotlet sobek tidak karuan, dan yang paling parah stangnya bengkok….(wah..aku sangat deg2an waktu itu)… Celakanya lagi sang pengendara yang asli dari Medan itu marah – marah sambil memintaku menunjukkan SIM dan STNK ku….Celaka!! aku belum punya SIM…L. Sehingga aku berada pada posisi yang lemah dalam perdebatan.<span id="more-284"></span></p>
<p>Aku hanya bisa pasrah mengenai apa yang ia putuskan tentang kejadian itu. Pada akhirnya  pengendara batak tersebut meminta ganti rugi. Aku diajaknya ke bengkel resmi terdekat dan membayar seluruh biaya perbaikannya, tak terkecuali stang baru pengganti. Untungnya sebelum berangkat ibuku memberiku uang yang cukup termasuk uang saku untuk kuliah di Semarang. Waduh….. mau tidak mau ludeslah uang sakuku untuk memenuhi permintaan pengendara batak tadi coz biayanya tidak sedikit.. . T_T.</p>
<p>Dalam hati aku berkata, “Dasar orang Batak, emang motor karismaku tidak rusak apa……. Seenaknya aja minta ganti rugi sendiri…..harusnya kita damai aja….. Motor kita kan sama – sama rusak…..jadi impas!!!&#8230;huh..” L (ups, bukan bermaksud menyinggung orang Batak loh…hihi)</p>
<p><strong>Kejadian 2</strong></p>
<p>Saat itu aku sedang melakukan perjalanan pulang ke daerah asalku, Ngawi. Dari Semarang jaraknya kurang lebih 50 km. Perjalanan dari Semarang menuju Ngawi bisa ditempuh selama kurang lebih 5 jam dengan mengendarai motor berkecepatan 60 km/jam.</p>
<p>Karena baru beberapa kali aku mengendarai motor, tak segan – segan aku mencoba mesin Karisma baruku itu dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam. Ketika memasuki daerah Salatiga menuju kota Solo, aku mencoba mendahului mobil Kijang didepanku. Namun tiba – tiba pada saat yang sama, ada seorang pengendara motor GL pro melakukan hal yang sama sepertiku. Sehingga terjadi deh papasan (srempetan) yang tak  terhindarkan. Bagian tubuh kiri pengendara GL pro tersebut menyenggol spion kanan karismaku, sehingga aku tidak bisa mengontrol posisiku. Kemudian aku jatuh terkapar di tengah jalan raya. Untung saja kaki kiriku tidak tergencet oleh badan Karismaku yang terbuat dari metal itu…..fiuhhh..:O. Tapi Alhamdulillah……orang – orang disekitarku langsung dengan cepat membopongku untuk segera keluar dari jalan karena dibelakangku (kurang lebih 50 meter) ada sebuah Bus patas yang melintas. Sedikit saja aku terlambat menghindar, hilanglah nyawaku tertabrak oleh bus itu……</p>
<p>Akhirnya aku selamat dengan luka yang lumayan serius…..Alhamdulillah….</p>
<p>Perasaanku waktu itu campur aduk antara jengkel dan rasa syukur.</p>
<p><strong>Kejadian 3</strong></p>
<p>Berawal dari perjalananku menuju kota Semarang yang berujung hilangnya HP ku…..huhuhu.. T_T. Singkat cerita, saat berencana pergi ke kota Semarang, aku memutuskan untuk naik bis ekonomi yang penuh dengan pedagang asongan didalamnya. Sambil menunggu tiba di Semarang, aku tidur – tiduran dan melamun. Saat aku mau turun dari bis, tiba – tiba ada beberapa orang di bagian belakang bis yang menawarkan bantuan padaku untuk turun. Dengan senang hati aku menerima tawaran bantuan darinya coz aku sedang membawa barang yang cukup berat waktu itu……Setelah turun dari bis, biasanya tanganku langsung mencari tahu dimana HPku berada. Dan ternyata……HPku hilang!!!&#8230;..tercopet….Dasarrrr..!! dengan sangat marah, aku berteriak sambil minta tolong pada orang – orang disekitarku….. tapi ya sudahlah, aku harus ikhlas melepas kepergian HPku itu…….sempet aku berkata dalam hati “Pak pencopet, bolehlah kamu mengambil HPku, tapi kembalikan simCardnya, please.”…..</p>
<p>Beberapa hari kemudian aku mengajak salah seorang dari temanku untuk mengurus simcard ku ke Galery Indosat di Semarang. Selama di perjalanan dengan mengendarai si Karisma, aku ngobrol dan bercanda dengan temanku yang sedang bonceng di belakangku. Kemudian tiba – tiba muncul dua sosok pengendara motor sedang mendahuluiku. Kelihatannya aku mengenal kedua sosok tersebut. Tanpa buang waktu aku langsung mengejarnya dan menengok ke arahnya sambil menyapa. Busyettttt,,,,emang benar mereka adalah orang yang pernah kukenal sebelumnya. Tapi aku tidak menyangka tiba – tiba didepanku ada sebuah motor yang sedang ngerem mendadak karena lampu merah. Dubbbraaaaaaakkkkkk!!! Bertujuan untuk menghindari tabarakan, akhirnya justru aku terpeleset dan tersungkur dijalan raya…….. Aduuhh…. Sakiiittt..!! Kakiku lecet karena terkena gesekan aspal…</p>
<p>Dalam hati aku berkata, “Sempat – sempatnya aku tadi menyapa orang. Padahal jalan begitu rame…huh.” “Ya sudahlah…. Sudah terlanjur.”…(Bondan Prakoso mode:on).</p>
<p>Hmm….sungguh sial nasibku waktu itu. Sudah HP hilang kecopet, kecelakaan lagi….. <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Peristiwa 1</strong></p>
<p>Saat itu aku sedang asyik berkumpul dengan tiga sahabat dekatku waktu kuliah. Tiap kali kita bertemu, pengen rasanya jalan – jalan atau cari hiburan melepas penat. Biasanya kita mengisi waktu bersama dengan berenang, jalan – jalan ke mall, atau nonton film inspiratif yang sedang tayang di bioskop terdekat di Semarang yaitu Bioskop Plasa dan Citraland Simpang lima.  Waktu itu kita memutuskan untuk nonton film <em>“Perempuan Berkalung Sorban”</em> di Bioskop Citraland dengan naik motor bersama – sama menuju kesana. Sampai di Simpang lima, ternyata kita salah arah. Jalan yang kita lewati adalah jalan satu arah yang berlawanan. Gawat…!!.. didepan ternyata ada pos polisi. Meskipun kita tahu kalau didepan ada pos polisi, kita tetap saja nekat melaju terus di jalan itu.</p>
<p>“Wah yang penting gak ketahuan. Terus aja.” Dengan rasa tenang kita melewati pos polisi itu. Tiba – tiba salah satu diantara kita mendengar suara tiupan peluit. Langsung saja kita bertiga gugup dan kebingungan bukan main. Setelah menengok ke belakang, ternyata ada seseorang berseragam dengan membawa tongkat menuju kearah kita.</p>
<p>“Waduh…kabur…kabur aja…”kata salah satu diantara kita.</p>
<p>“Jangan…….jangan…. ntar kalo ketangkap bisa lebih parah jadinya.”kataku. Akhirnya kita pasrah saja menuruti perintah petugas polisi itu. (secara.. kalo kita kabur, polisi pasti tetap bisa mengejar kita. Pake motor Thunder gedhe lagi. Jelas Karismaku gak akan bisa menandingi motor bermesin 250 cc itu).</p>
<p>Selama di pos polisi, perdebatan sengitpun terjadi. Antara mau sidang di pengadilan atau cukup bayar denda saja. Kalau sidang, ntar malah harus ke kantor pengadilan. Kalau bayar, semuanya jadi segera selesai saat itu juga. Tapi kalo memilih membayar denda, biayanya satu orang pengendara motor sebesar 50 ribu. Wah, sebagian duit didompetku bakal melayang nich… Perdebatanpun mulai sengit.</p>
<p>“Tolonglah pak, kasihani kami. Kami kan mahasiswa rantauan. Tuh lihat plat nomor motor saya saja AE. Jadi saya kurang begitu paham jalanan di semarang.” Kataku dengan memelas.</p>
<p>“Iya pak, 50 ribu tu terlalu besar. Harusnya 20 ribu. Saya pernah ketilang, dendanya gak segitu. Cuma 25 ribu. Lagian kita juga gak sengaja.” Tambah temanku dengan ngotot. Waktu itu emang temenku bener &#8211; bener ngajak rame sama petugas polisi itu.</p>
<p>“Tidak bisa!!!” “Sebenarnya pelanggaran yang telah kalian lakukan itu didenda ratusan ribu. Kok kalian masih ngeyel aja.” Kata petugas polisi itu dengan kesal.</p>
<p>“Plizzz pak kami mohon deh. Lain kali kita berjanji nggak akan mengulangi pelanggaran yang sama lagi.”sahutku memohon.</p>
<p>“Banyak alasan juga kalian ya! Gak bisa! Pokoknya SIM dan STNK anda saya sita. Nanti diambil pas waktu sidang tanggal 25. Gak usah banyak alasan.”</p>
<p>Kemudian kebetulan salah satu diantara kita punya paman yang bertugas di Satuan TNI di Magelang. Entah ada angin apa kemudian dia menelpon pamannya itu, berharap agar ia bisa membantu kita di pos polisi tersebut. Saat pamannya meminta untuk berbicara pada salah satu petugas polisi itu, akhirnya mereka semua mengurungkan niatnya untuk memberikan sanksi pada kita.</p>
<p>Dalam hati aku berkata, “Jadi kalo mereka yang anaknya, menantunya, istrinya, sepupunya, atau keponakannya seorang polisi, jendral bahkan pejabat, maka kapanpun mereka melanggar aturan di jalan raya, gak ada masalah.”….hehe…lucu. Tapi pikiran itu hilang begitu saja oleh kegembiraan yang kurasakan karena  terlepas dari sanksi…. Aku juga aneh sendiri…hihihi</p>
<p><strong>Peristiwa 2</strong></p>
<p>Aku hampir menyelesaikan kuliahku di Semarang. Waktu itu aku hanya mengambil dua mata kuliah, yaitu PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) dan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Setelah menyelesaikan PPL pada tiga bulan pertama semester, aku mengikuti KKN yang dilaksanakan di sebuah kota kecil yang terletak di sebelah barat kota Semarang (Pantura) yaitu kota Kendal. Saat KKN, aku tidak menyangka semua teman – temanku menunjukku sebagai Koordinator Mahasiswa Kecamatan dengan pertimbangan pengalaman organisasi di kampus. Selama kuliah aku memang sering jadi panitia baik Rohis, BEM, maupun UKM. Bahkan pernah ditunjuk sebagai ketua BSO BEM Fakultas. Inilah yang membuatku cukup terkenal….hehe (narsis mode:on).</p>
<p>Sebelum berangkat menuju lokasi KKN, kita diberi pembekalan terlebih dahulu selama dua hari. Pada hari kedua saatnya packing dan langsung berangkat menuju lokasi. Aku memutuskan untuk memakai motor saja. Seperti halnya kampanye ato demonstrasi, kita semua berangkat menuju lokasi KKN dengan mengendarai motor….wuih..seruuu.. jeng – jeng. Tak terasa aku telah tertinggal jauh dari teman – temanku. Agar bisa mengejar mereka didepan, aku harus menaikkan kecepatan motorku. Saat mengendarai motor dengan kecepatan yang cukup tinggi, tiba – tiba saat sampai disebuah perempatan, (traffic lights ato bang jo bahasa gaulnya) menunjukkan lampu hijau, kemudian kuning menyala. Tandanya aku masih ada kesempatan untuk melanjutkan perjalananku. Ternyata dugaanku salah. Lampu yang tadinya kuning langsung berganti merah. Sedangkan aku masih ditengah – tengah perempatan…….OMG (Oh My God)…celaka gua.!! Wah ada polisi yang nyemperin aku. Polisi itu membimbingku menuju ke pos polisi lalu lintas terdekat.</p>
<p>“iya, ada apa pak?” tanyaku pada polisi itu.</p>
<p>“maaf, apakah saudara tadi tidak melihat kalau ada lampu merah? Kok nyelonong begitu saja” jawab polisi itu dengan sopan. “Oh, maaf pak…. Saya kira tadi masih lampu hijau. Karena saya mengikuti motor didepan saya yang duluan menyeberang.” Lanjutku.</p>
<p>“Yang jelas saudara sudah melakukan pelanggaran lalu lintas. Mari, anda ikut saya.” Jelas pak polisi. Kemudian aku mengikuti polisi itu menuju pos polisi terdekat. Sesampainya di pos polisi, aku diinterogasi habis – habisan. Berbagai macam ceramah tentang aturan lalu lintas keluar dari mulut polisi itu dan beberapa rekannya yang lain. Kemudian saat mereka mencoba menyita SIM dan STNK ku, aku berontak dan mencoba untuk bernegosiasi.</p>
<p>“Maaf, pak. Kalau SIM dan STNK saya disita, kemudian saya pake apa dong?” tanyaku pada salah satu polisi yang membawa SIM dan STNK ku itu.</p>
<p>“Nanti akan saya buatkan surat pernyataan sebagai pengganti sementara SIM dan STNK anda. Yang jelas SIM dan STNK ini saya sita, kemudian nanti anda ambil di pengadilan tanggal 23.” Jelasnya.</p>
<p>“wah, maaf pak. Saya ini khan sedang melaksanakan tugas kuliah di Kendal dan kegiatannya sangat padat, jadi sangat tidak memungkinkan sekali bagi saya untuk mengurusnya di pengadilan.” Bantahku sambil memohon.</p>
<p>“Loh, anda ini gimana, yang namanya melanggar ya anda harus mengurusnya di pengadilan.” Jawab salah seorang polisi. “Apakah tidak ada cara lain selain mengurus di pengadilan pak? Lagian saya ini kan bukan asli orang Semarang. Jadi saya kurang paham dengan jalan disini” tambahku. “Anda ini pake alas an saja. Kalau anda sudah tahu anda mengendarai motor di jalan raya, ya anda harus berhati – hati dan waspada.” Tambahnya agak marah.</p>
<p>“Maaf pak, saya sekarang memang benar – benar sedang melaksanakan tugas kuliuah KKN. Jadi saya benar – benar tidak memiliki waktu untuk keluar dari lokasi KKN. Apalagi saya ditunjuk sebagai koordinator. Sekarang saya sudah ditunggu sama teman – teman dan dosen saya di tempat.” Jelasku memelas.</p>
<p>Pada akhirnya polisi itu luluh dan menyerah juga…..hehe.. A ji – aji dalam bernegosiasi thu ya seperti ini…haha. Meskipun sampai terlihat memelas and lemah….. tapi ternyata polisi itu tidak langsung melepaskanku begitu saja. Ternyata sebagai pengganti mengurus SIM dan STNK di pengadilan, mereka minta kocekan sekitar 25 ribu dariku. Yah, terpaksa deh uang jajanku selama KKN aku kurangi untuk urusan ini. Daripada aku harus mengurusnya di pengadilan… Tambah panjang nanti urusannya…. Hihi….ternyata dimana – dimana polisi itu sama.. narikin uang kalau ada orang yang melakukan pelanggaran sebagai jaminan tidak mendapatkan sanksi lebih berat….</p>
<p><strong>Peristiwa 3</strong></p>
<p>Saat masih kuliah dengan kesibukan menulis skripsi dan mengajar siswa SMP di Semarang, aku ditelpon ibuku untuk membantu adikku yang saat itu ingin melanjutkan kuliah. Kebetulan di UNNES sedang membuka pendaftaran mahasiswa baru (SPMU). Aku suruh saja adikku untuk mendaftar. Tentu saja konsekuensinya adalah aku harus menjemput dan mengantarnya selama proses pendaftaran di Semarang karena ia sama sekali tidak tahu jalan di ibu kota provinsi itu. Aku sempat mengantarnya keliling kota Semarang termasuk mengunjungi masjid agung jawa tengah dan Lawang sewu. Hari pertama saat mendaftar tes, semuanya berjalan lancar. Tidak ada halangan sedikitpun terjadi pada kita. Setelah semua persyaratan pendaftaran sudah terpenuhi semua, aku menyuruhnya untuk langsung pulang dan menyiapkan diri untuk mengikuti tes seleksi pada hari yang telah ditentukan.</p>
<p>Waktu tes SPMU (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes) tiba. Tandanya bahwa aku harus siap – siap untuk mengantarkan adikku ke lokasi ujiannya. Waktu itu ia dapat lokasi ujian di USM (Universitas Semarang) sebuah kampus yang lokasinya di kota Semarang bawah, sebelah timur Masjid Agung Jawa Tengah.</p>
<p>Aku memutuskan untuk mengantarnya melihat lokasi ujian satu hari sebelumnya agar dia tidak kesulitan mencarinya saat waktu ujian berlangsung. Waktu itu kita berangkat sekitar jam 8 pagi dari kos. Kebetulan di saat yang sama kota Semarang sedang ramai dengan kedatangan beberapa artis ibukota. Sehingga jalan di bundaran Simpang Lima macet total. Meskipun begitu, kita tetap terus melewatinya karena daripada aku kesulitan mencari jalan alternatif lain. Tapi Alhamdulillah, akhirnya kita bisa melewati Simpang lima dengan lancar. Setelah melewati Simpang lima, kita melanjutkan perjalanan lagi kearah Purwodadi.</p>
<p>Aku sangat menikmati sekali perjalanan motor waktu itu sampai tidak memperhatikan tanda lalu lintas yang ada. Ternyata jalan yang aku lewati di tutup oleh petugas polisi setempat agar lalu lintas di sekitar Simpang lima menjadi lancar. Jalan yang seharusnya lurus, dialihkan kearah kiri menuju jalan arah pasar Johar. Sebenarnya aku juga sudah melihat jelas kalau ada tanda lalu lintas itu di depanku. Tapi karena saking menikmatinya perjalanan, aku cuek dan tidak memperhatikannya. Akhirnya setelah melewatinya, ada seorang petugas polisi berada di posisi depan untuk mencegatku.</p>
<p>“Priiiittt….priiittt..” peluitnya begitu jelas dan keras sekali suaranya.</p>
<p>Dalam kondisi seperti orang yang tidak berdosa, aku bingung dan bertanya pada adikku tentang apa yang dilakukan polisi itu kepada kita.</p>
<p>“Mas, polisi itu mau mencegat kita!!” katanya</p>
<p>“Emang ada apa? Kita melakukan kesalahan apa?”tanyaku balik.</p>
<p>Setelah aku berhenti, polisi itu kemudian mendekatiku dan menjelaskan pelanggaran yang barusan aku lakukan.</p>
<p>“Selamat pagi pak, apa anda tidak memperhatikan tanda yang telah anda lewati tadi.” Kata polisi itu dengan heran.</p>
<p>“A….aa….oh..” dengan agak kebingungan, aku mulai ingat apa yang telah aku lakukan. Huh….aku cukup menyesal dengan itu.</p>
<p>Kemudian polisi tadi menyuruhku untuk mengikutinya ke pos polisi terdekat untuk interogasi dan pemberian sanksi. Sesampainya di pos polisi, seperti yang biasa aku lakukan sebelumnya yaitu mencari strategi negosiasi agar terlepas dari sanksi….hehe.</p>
<p>Sesampainya di pos polisi, ternyata aku bukanlah satu – satunya pengendara yang kena tilang. Ternyata banyak sekali pengendara baik motor maupun mobil yang melakukan pelanggaran sama sepertiku. Semua pengendara itu mencoba untuk bernegosiasi dengan polisi agar dilepaskan dari sanksi. Kalaupun kena sanksi, mereka berharap kasus mereka cukup diselesaikan di pos polisi saja. Mereka keberatan kalau harus mengurusnya di pengadilan. Jujur saja, akupun juga ikut – ikutan…hihi.. tapi sebenarnya negosiasi yang kulakukan itu bukan semata – semata keinginan pribadiku yang ingin lepas dari sanksi. Tapi terus terang saja jika aku diam dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh petugas polisi, aku malu dikira orang yang samin (alias bodoh)….hehe.</p>
<p>Namun negosiasi yang kita lakukanpun tetap sia – sia. Polisi itu tetap bersikukuh untuk meminta kita ke pengadilan. Ya sudahlah……akhirnya dibawa deh SIM ku.</p>
<p><strong>Peristiwa 4</strong></p>
<p>Peristiwa ini terjadi saat aku sedang melakukan tugas kerja. Aku bertugas mengunjungi beberapa sekolah menengah di kota Salatiga. Waktu itu ada tiga sekolah yang harus aku kunjungi. Untuk menuju ketiga sekolah tersebut, aku harus melewati beberapa traffic lights yang harus aku lewati. Peristiwa tak terlupakan ini berawal saat aku melakukan perjalanan pulang ke kantor. Nah, tibalah aku di traffic lights pertama (di daerah Kauman Salatiga/ pertigaan sebelum menuju kampus UKSW). Waktu itu aku piker aku tidak usah berhenti saja soalnya lampunya masih hijau. Tanpa ragu aku meneruskan perjalananku tanpa memperhatikan lampu pada jarak yang lebih dekat. Selain aku, didepan juga ada mobil sedan yang melaju meskipun lampu traffic lights menunjukkan lampu kuning dan sesaat kemudian merah. Aku ikuti deh mobil itu dengan cepat. Setelah melewati traffic lights, tiba – tiba dibelakangku ada seorang petugas polisi dengan motor gedhe mengikutiku dan menyuruhku untuk menepi.</p>
<p>“Maaf pak, mari ikut saya ke pos polisi” kata polisi itu padaku.</p>
<p>Aku hanya diam dan langsung mengikuti instruksi polisi itu. Sesampainya di pos polisi, polisi itu mulai menginterogasiku dengan menyita SIM dan STNK milikku. Aku diminta untuk mengambilnya di pengadilan dua minggu setelahnya. Tidak mau diam saja, aku mulai berfikir tentang strategi apa yang harus aku gunakan agar aku terlepas dari sanksi. Sebenarnya aku tidak begitu ingin serius dalam urusan ini karena aku sudah cukup capek sehabis melakukan tugas kerja. Kemudian aku memutuskan untuk terus terang saja pada petugas polisi kalau aku telanh melakukan pelanggaran lalu lintas. Tapi aku benar – benar tidak sengaja melakukannya. Setelah menjelaskan semua plus alasan kalau aku bukan asli orang Salatiga, akhirnya dia mengijinkanku untuk melanjutkan perjalanan tanpa sanksi sedikitpun.</p>
<p>“Saya suka dengan sikap jujur dan kooperatif anda. Biasanya kalau orang sudah ketilang, ada aja alasan yang mereka utarakan sampai membuat polisi kesal.”Kata polisi itu sambil menyerahkan kembali STNK dan SIM ku.</p>
<p>Tidak lupa pak polisi itu berpesan, “Lain kali jangan diulangi lagi ya.”</p>
<p>Aku memang jadi orang yang sangat beruntung waktu itu…. Ternyata pak polisi yang bengis dan tegas itu bisa luluh juga dengan gaya bicaraku yang agak memelas…hihi.</p>
<p>Meskipun banyak sekali cerita tidak mengenakkan bersama Karismaku, namun dia telah menemaniku ke berbagai macam tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya seperti Sragen – Karanganyar -  Solo -  kartasura – Boyolali – ngampel – Salatiga – Ungaran -  Gunungpati – Semarang – Kendal – Batang – Pekalongan – Pemalang – Tegal………. (Jalan raya solo dan Pantura). Selain itu jalur utama Semarang &#8211;  Jogja melewati, Bandungan, Temanggung, Magelang, Klaten, Purworejo, Sleman, dan Jogja. So kita berdua bisa dibilang “The advantures.”  ….hehe</p>
<p>Nah, sekarang apa ibrahnya?</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa ibrah yang bisa kita ambil:</p>
<ol>
<li>Mengendarai      motor itu tidak hanya membutuhkan sikap kehati – hatian kita saja, tapi      keterampilan dan konsentrasi saat berkendara itu jauh lebih penting.</li>
<li>Sebelum      mengendarai motor, kita harus mempunyai STNK dan SIM terlebih dahulu.</li>
<li>Saat      mengendarai motor di jalan, kita harus memperhatikan rambu – rambu lalu      lintas yang ada.</li>
<li>Ketika      kita melanggar lalu lintas dan tertangkap oleh polisi, jangan malah      mengajak berdebat karena posisi kita juga salah. Tapi dibicarakan secara      baik – baik. Mengurus STNK dan SIM ke pengadilan juga tidak apa – apa kok      toh kita juga sudah dikasih surat tilang sebagai penggantinya.</li>
<li>Dengan      melihat peristiwa yang aku alami tersebut, kita bisa mengetahui siapa      petugas polisi yang kurang baik dalam melakukan tugasnya dan mana yang      professional.</li>
<li>Melalui      kisah nyata ini kita juga bisa menela’ah apakah falsafah Negara kita      (Pancasila) khususnya ayat ke – 5 (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat      Indonesia) benar – benar sudah diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat      kita apa belum (khususnya dalam hal pelanggaran lalu lintas)…hehe.</li>
<li>Setegas      dan sejahat apapun orang, tetap akan luluh dengan perkataan halus dan      senyuman manis kita (teori negosiasi mode:on)…hehe. Tapi jangan diterapkan      untuk hal yang gak bener ya….hehe.. <img src='http://restuonline.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p align="right">
<p align="right">Salatiga, 19 Juni 2010</p>
<p align="right">Saat mempersiapkan diri untuk perjalanan pulang ke Ngawi mengurus pajak si Karisma ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/kumpulan-cerita-bersama-karisma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibadah Dengan Menulis&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://restuonline.com/menulis-itu-ibadah/</link>
		<comments>http://restuonline.com/menulis-itu-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 06:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>restu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Stuff]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://restuonline.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[
Ibadah Dengan Menulis
(*Oleh Aziza Restu Febrianto)



Menulis apa saja asal positif dan memberi manfaat bagi pembaca
ternyata merupakan ibadah.
Sebuah penelitian membuktikan bahwa ternyata orang lebih mudah mengingat informasi tertulis 12 kali lipat dibandingkan dengan informasi oral.
Alangkah dahsyatnya jika tulisan itu berupa kebaikan&#8230;
Betapa banyak nilai ibadah yang diterima oleh para penulisnya
karena banyak orang yang mengingatnya
So, dengan menyampaikan kebaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-274" title="images" src="http://restuonline.com/wp-content/uploads/2010/06/images.jpg" alt="images" width="240" height="192" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Ibadah Dengan Menulis</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>(*Oleh Aziza Restu Febrianto)</em></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">Menulis apa saja asal positif dan memberi manfaat bagi pembaca</p>
<p style="text-align: center;">ternyata merupakan ibadah.</p>
<p style="text-align: center;">Sebuah penelitian membuktikan bahwa ternyata orang lebih mudah mengingat informasi tertulis 12 kali lipat dibandingkan dengan informasi oral.</p>
<p style="text-align: center;">Alangkah dahsyatnya jika tulisan itu berupa kebaikan&#8230;</p>
<p style="text-align: center;">Betapa banyak nilai ibadah yang diterima oleh para penulisnya</p>
<p style="text-align: center;">karena banyak orang yang mengingatnya</p>
<p style="text-align: center;">So, dengan menyampaikan kebaikan melalui tulisan, sebenarnya kita sudah menyicil investasi pahala yang lebih dibandingkan dengan mengucapkannya.</p>
<p style="text-align: center;">Jika ucapan hanya bisa didengar sekali saja, tulisan bisa dibaca kapan saja..</p>
<p style="text-align: center;">Jadi, tunggu apa lagi? Yuk kita berlomba &#8211; lomba dalam kebaikan dengan menulis&#8230;.^_^</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><em>3 orang yang akan selalu dberi pertolongan oleh Allah adalah : 1. Seorang MUJAHID yang selalu memperjuangkan agama Islam, 2. Seorang PENULIS yang selalu memberi penawar, 3. Seorang yang MENIKAH untuk menjaga kehormatannya!</em></p>
<p style="text-align: center;">(H.R.THABRANI).</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://restuonline.com/menulis-itu-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
